Home Seluruh Berita Nasional Perilaku pemilih Indonesia 2008
Perilaku pemilih Indonesia 2008
Written by Administrator   
Sunday, 07 September 2008 03:37

Jakarta, Pada awal tahun 2008 sebuah universitas swasta di Jakarta mengadakan survei mengenai perilaku pemilih Indonesia tahun 2008 yang merupakan kelanjutan dari berbagai penelitian lapangan baik tentang pemilihan umum maupun perilaku pemilih yang sudah berlangsung secara periodik sejak tahun 1979. Survei ini bertujuan untuk memetakan afiliasi, preferensi, dan pilihan politik pemilih Indonesia di tahun 2008 berdasarkan karakteristik dan persepsi sosial, ekonomi, dan politik mereka.

Tim peneliti dari beberapa mahasiswa yang sedang melakukan tugas akhir, berhasil memukan data-data yang terkumpul terbagi menjadi tiga bagian besar: dukungan terhadap partai politik di berbagai kelompok masyarakat, peluang para tokoh nasional untuk memenangkan pilpres 2009, dan isu-isu utama buat pemilih saat ini. Pertama, 70% pemilih Indonesia sudah menentukan pilihannya, masih ada 30% pemilih yang belum mempunyai pilihan partai politik saat ini. Para undecided voters ini tersebar di berbagai lapisan masyarakat, dan sekitar 40% dari mereka mempunyai pilihan yang konsisten dalam pemilu 1999 dan 2004, sementara 60% dari undecided voters adalah swing voters. Persentase undecided voters ini sejalan dengan temuan kami bahwa sekitar 35% pemilih berencana untuk menentukan pilihannya di hari pemilu nanti.

Namun, ini bukan berarti bahwa short-term forces seperti pemberian uang atau intimidasi di hari-hari mendekati pemilu mempunyai pengaruh signifikan terhadap pilihan politik pemilih. Pertama, hanya sedikit pemilih yang mengalami hal demikian di pemilu terakhir, yang kemungkinan besar dikarenakan adanya kontrol ketat dari KPU maupun dari partai-partai pesaing dalam Pemilu dan kelompok-kelompok masyarakat sipil lainnya. Kedua, hanya sekitar 1/5 dari penerima uang/jasa dan pemilih yang mengalami intimidasi yang akan memberikan suaranya ke partai politik yang bersangkutan.

Untuk Pemilu 2009, isu-isu yang berkaitan langsung dengan kesejahteraan rakyat seperti kemiskinan dan harga kebutuhan pokok akan menjadi perhatian utama masyarakat. Lebih dari 70% pemilih mengatakan isu utama buat mereka adalah harga kebutuhan pokok dan kemiskinan. Survei menunjukkan bahwa mayoritas responden menyatakan keadaan ekonomi dua tahun terakhir lebih buruk dibandingkan sebelumnya. Dari analisa data, temuan survei juga mengkonfirmasi bahwa persepsi seseorang terhadap situasi ekonomi Indonesia 2 tahun terakhir mempengaruhi pilihan politik seseorang.

Kesimpulannya adalah, bukan hanya isu kesejahteraan dan ekonomi yang akan menjadi isu utama pemilu kali ini, namun penilaian atau perasaan masyarakat terhadap keadaan ekonomi itu juga akan mempengaruhi pilihan politik seseorang. siapakah presiden anda tahun 2009 ?